Bawaslu Jabar Launching Aplikasi SADAP

Bawaslu Jabar Launching Aplikasi SADAP

341
0
SHARE

Bandung, (WN) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menggelar Launching Penerapan Aplikasi Pengawasan Pemilukada Tahun 2017 yang dinamai Sistem Analisa Data Pemilih (SADAP).

Peluncuran aplikasi berbasis Teknologi Informasi (TI) guna mengawasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Aplikasi tersebut digunakan untuk mendeteksi Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah yang kerap ditemukan dalam penyelenggaraan pilkada.

“Lewat aplikasi ini, kami yakin DPT bermasalah di Jabar akan menyusut drastis,” ungkap Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto, Jumat (13/8/2016).

Dalam penerapan aplikasi, Bawaslu Jabar bekerjasama dengan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur.

SADAP merupakan sistem TI yang diaplikasikan dalam tahapan pemutakhiran data pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, Ketua KIPP Jawa Timur Rikson Nababan menjelaskan, terdapat 11 indikator dalam pemutakhiran data pemilih yang bisa diketahui melalui aplikasi SADAP.

Indikator-indikator itu mulai dari nomor induk kependudukan (NIK) ganda, NIK dan nama ganda, pemilih belum berumur 17 tahun dan belum menikah,  pemilih tanpa identitas kependudukan, hingga pemilih berumur 0 tahun.

“Kami sudah uji cobakan aplikasi ini. Dari jumlah pemilih dalam DP4 sebanyak 800.000 data pemilih, prosesnya hanya butuh waktu 15 menit saja,” ungkap Rikson. (Erni Sumiyati/Delimar Sitorus)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY