Banyak Warga Menggunakan Jasa “Dukun Beranak” Dalam Proses Persalinan

Banyak Warga Menggunakan Jasa “Dukun Beranak” Dalam Proses Persalinan

259
0
SHARE

GARUT, (WN) – Hingga kini masih banyak penduduk di Kabupaten Garut, memilih mendapatkan jasa layanan persalinan oleh tenaga dukun beranak atau paraji, daripada oleh bidan.

Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Iwan Suhendar mengatakan kini proses persalinan di Garut ditangani tenaga kesehatan sekitar 83%, sisanya masih ditangani oleh paraji.

Meski demikian, angka persalinan ditangani tenaga kesehatan tersebut, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, misal pada tahun 2011, tercatat angka persalinan ditangani bidan di Kabupaten Garut hanya sekitar 76%.

Masih banyaknya persalinan ditangani oleh paraji diduga lantaran kepercayaan sebagian warga terhadap keahlian paraji menangani persalinan masih tinggi, biaya persalinan dinilai lebih murah, dan jumlah paraji juga jauh lebih banyak dibandingkan tenaga bidan, khususnya bidan desa. “Bayangkan saja jumlah tenaga bidan di Garut baru terdapat 600, sedangkan jumlah paraji terdapat sekitar 2.000 orang. Sangat jauh sekali bedanya”. Kata Iwan kepada wartawan Warta Nasional.

Padahal, paraji umumnya tidak memiliki bekal pendidikan dan pelatihan khusus dalam persalinan, sehingga meski pasien akhirnya dirujuk oleh paraji, seringkali tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak bisa ditolong lagi.

Beda dengan bidan, yang memang dilatih untuk dapat mengenali tanda-tanda penyulit kelahiran beresiko tinggi. Sehingga bidan bisa segera merujuk pasien ke rumah sakit.

Mengatasi persoalan tersebut, pihaknya mencoba melakukan program kemitraan antara bidan dengan paraji agar keduanya dapat berbagi peran menangani pasien hamil, mulai masa kehamilan hingga proses melahirkan, paska melahirkan hingga soal perawatan bayi baru lahir.

“Jadi masing-masing tak berebut, melainkan berbagi peran. Sampai masalah fee pun harus berbagi, dan itu ditetapkan dengan Perdes (Peraturan Desa)”. Tambah Iwan.

Bidan menangani pasien tanpa koordinasi dengan paraji akan kena sanksi atau harus bayar sanksi. Begitu pun apabila paraji menangani pasien tanpa koordinasi dengan bidan, diwajibkan bayar sanksi, dengan cara itu, diharapkan kasus-kasus persalinan beresiko tinggi bisa dihindari atau diminimalisasi. Pungkasnya. (ZAL)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY