Banjir Menggenangi Hampir Seluruh Rumah di Kelurahan Manembo-nembo

Banjir Menggenangi Hampir Seluruh Rumah di Kelurahan Manembo-nembo

195
0
SHARE

BITUNG, (WN) – Banjir merupakan peristiwa tergenangnya sejumlah daratan oleh volume air yang meluap atau melimpas dari tempat dimana volume air tersebut seharusnya berada atau mengalir. Banjir rob sendiri merupakan istilah khusus yang hanya dipakai di Indonesia, untuk menggambarkan banjir yang disebabkan oleh tingginya curah hujan sehingga menyebabkan volume air meningkat dratis.

Banjir telah menjadi rapor buruk yang tidak layak diperdebatkan karena merupakan hasil kerja kolektif semua pihak. Banjir, yang awalnya hanya dianggap air pasang karena akumulasi sesaat presipitasi yang akan cepat surut setelah hujan reda, kini menjadi bencana permanen. Banjir kini meluap dalam skala besar, menggenangi permukiman, menghanyutkan rumah dan harta benda, bahkan tak jarang menyebabkan korban jiwa.

Banjir terjadi karena terganggunya perimbangan antara air infiltrasi, run-off, dan evapotranspirasi akibat perubahan daya serap lahan., apalagi pada lahan miring, merupakan faktor utamanya. Itulah kenyataan yang terjadi pada 4 Februari 2015 lalu, dimana beberapa daerah pemukiman penduduk di Kota Bitung tergenang oleh air hujan setelah satu harin penuh curah hujan mengguyur Kota Bitung.

Kelurahan Manembo-Nembo dibawah Kecamatan Matuari paling sensitif terhadap banjir. Hujan lokal telah menggenangi hampir seluruh rumah penduduk. Bahkan satuan kepolisian serta satpol PP dekerahkan kelokasi guna meberikan bantuan kepada para penduduk yang rumahnya tergenang air.

Bukan hanya rumah penduduk yang tegenag air, akan tetapi banjir juga menenggelamkan ruas jalan trans. Pasir, kerikil serta lumpur berserakan disetiap jalan, tepatnya dijalan manembo-nembo depan pompa bensin, jalan pertigaan manembo-nembo serta lokasi girian. Yang pasti faktor intensitas curah hujan dan durasinya tentunya bisa berperan pula menciptakan bencana.

Faktor lain adalah akibat tidak tertatanya permukiman serta tidak berfungsinya saluran air seperti drainase-drainase yang kurang adanya perawatan sehingga hampir seluruh drainase jalan mengalami penumpukan tanah sehingga terjadinya penyumbatan. Selain itu curah hujan di Kota Bitung sempat melumpuhkan transpotasi.

Dari hasil liputan wartawan Harian Warta Nasional terpantau selain banjir menggenangi beberapa rumah penduduk dikelurahan manembo-nembo bawah,” banjir juga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan akibat air menggenangi jalan serta rusaknya jembatan sungai manembo-nembo akibat air sungai meluap sehingga kendaran roda empat tidak bisa melintas serta jebolnya drainase sehingga mengakibatkan putusnya jalan alternatif menuju perumahan Asri Dua dan aset jalan menuju RSUD Bitung serat kelongsoran yang mengakibatkan banyaknya jalan putus di kecamatan Matuari.(korwil)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY