Ayo Pilih Ketua Organda yang Mendukung Penurunan Biaya STNK

Ayo Pilih Ketua Organda yang Mendukung Penurunan Biaya STNK

479
0
SHARE
Sekretaris DPC Organda Purwakarta, Andres Lagimin menyampaikan penurunan tarif angkutan umum
Sekretaris DPC Organda Purwakarta, Andres Lagimin menyampaikan penurunan tarif angkutan umum

Purwakarta, (WN) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Purwakarta akan segera menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk mencari dan memilih Ketua Organda yang baru dan pengurus Organdanya.

Calon Ketua Organda yang diharapkan memimpin adalah yang mampu memperjuangkan penurunan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang dikeluhkan para pengusaha angkutan umum (Angkot) atas kenaikan biaya operasional kenderaan.

“Kita akan memilih Ketua Organda Purwakarta yang baru menyusul berakhirnya periode kepengurusan 2012-2016 pada 27 September 2016 lalu. Sesuai Surat Keputusan DPD Organda Jawa Barat Nomor : 055/ORG.JB/XII/2016,” ujar Toto Suwarto, Wakil Ketua I DPC Organda Purwakarta, Sabtu (7/1/2016).

Sedangkan menurut Wakil Ketua V DPC Organda Purwakarta, Tatan Margandi, kita berharap semoga lahir kepengurusan yang kredibel dan acceptable serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan dapat meningkatkan kerjasama dengan pemerintah setempat, ujarnya.

Sementara para pengusaha Angkot sangat mengharapkan calon Ketua Organda yang baru lebih berpihak kepada pengusaha angkot dan para sopir.

“Kita hanya mendukung calon Ketua Organda yang mendukung perjuangan penurunan biaya STNK dan BPKB yang sangat tinggi. Karena saat ini kami sangat bigung menghitung pengeluaran biaya operasional akibat dari kenaikan biaya surat-surat tersebut,” ujar para pengusaha Angkot.

Menurutnya, dampaknya sangat besar dirasakan para perusahaan angkutan bus, mikrolet dan taksi. Kenaikan biaya STNK dan BPKB sangat tidak wajar. Sebab, pemerintah tidak mempertimbangkan pengeluaran biaya operasional, ujarnya.

Besaran kenaikan biaya kepengurusan surat-surat kendaraan ini naik dua sampai tiga kali lipat. Untuk penerbitan STNK roda dua maupun roda tiga, pada peraturan lama hanya membayar Rp 50.000, peraturan baru membuat tarif menjadi Rp 100.000.

Untuk roda empat, dari Rp 75.000 menjadi Rp 200.000. Kenaikan cukup besar terjadi di penerbitan BPKB baru dan ganti kepemilikan.

Roda dua dan tiga yang sebelumya dikenakan biaya Rp 80.000, dengan peraturan baru ini, akan menjadi Rp 225.000.

Roda empat yang sebelumnya Rp 100.000 kini dikenakan biaya Rp 375.000 atau meningkat tiga kali lipat. (Rekson)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY