Anies Disorot Kasus Dugaan Politik Uang dan Kampanye di Masjid

Anies Disorot Kasus Dugaan Politik Uang dan Kampanye di Masjid

2757
0
SHARE
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan

Jakarta, (WN) – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian berbagai kalangan masyarakat terkait kasus kampanye dengan unsur politik uang di Markas Komando GL Pro 08, Jl. Utan Kayu Utara, Jakarta Timur dan kasus kampanye berlokasi di lingkungan Masjid, di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat.

Untuk kasus unsur politik uang atas janji dana bantuan Rp1 miliar per RW, pihak tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) telah melaporkan Anies ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta.

“Anies menjanjikan 1 miliar satu RW dan bahkan ditambah nominal dari dana tersebut mencapai Rp 3 miliar,” ujar Advokat TAJI Surya Tjandra, Kamis (9/3/2017).

Pihak Advokat Taji membawa sejumlah Barang Bukti (BB) berupa rekaman video dan lampiran berita media online,

Mereka meminta Bawaslu untuk segera menyelidiki dugaan politik uang tersebut dengan mengaitkan pada UU Pilkada Pasal 73 ayat 1 dan 2, ujarnya.

Ditempat terpisah di hari yang sama, pasaangan Sandiaga Salahuddin Uno ini juga kedapatan sama petugas Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Senen, Jakarta Pusat sedang kampanye di lingkungan Masjid, di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat.

Padahal, ada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur larangan kampanye di tempat ibadah. Soal kampanye di Masjid, Anies membantah.

“Petugas sudah minta kepada Timses (Timsukses) kegiatan kampanye dihentikan. tapi saya nggak bisa bertindak juga,” ujar salah satu Petugas Panwascam Leli, Kamis (9/3/2017). (Wilson/Herman)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY