Alamsyah Mengabdi Menjadi Lurah Demi Tuntutan Mensejahterakan Rakyat

Alamsyah Mengabdi Menjadi Lurah Demi Tuntutan Mensejahterakan Rakyat

195
0
SHARE

BANYUASIN, (WN) – Bagaimana keseharian seorang Alamsyah.S,sos.Msi sebagai Lurah di Kedondong Raye, di Kabupaten Bayuasin ini memimpin, berikut liputan tim Harian Warta Nasional. Kepuasan bagi Alamsyah menjadi sebagai Lurah diakuinya adalah jika masyarakat bisa merasakan dan menikmati kemerataan baik pembangunan maupun ekonomi bagi masyarakat khususnya kelurahan yang dia pimpin.

Pola hidup sederhana diterapkan beliau mulai dari lingkungan keluarga maupun di kantornya, kesederhanaan inilah wajib ditiru oleh pejabat dilingkungan Pemerintah Banyuasin. Saya dipercaya mengemban amanah, itu adalah peluang buat saya berjuang untuk rakyat menuju kebersamaan membangun masyarakat desa yang maju dan makmur dalam lintas sektor fisik dan non fisik, ujar Alamsyah saat kami temui dikantornya, Selasa (28/1/2015).

Karena itulah, bantuan DID (Dana Insprastruktur Desa) yang dikucurkan Pemkab Banyuasin sebesar Rp500 juta pertahun saya alokasikan secara merata, yaitu Rp 200 juta untuk kesejahteraan perangkat Kelurahan /Desa dan Rp.300 juta untuk fisik pembangunan. “Alhamdulillah sudah direalisasikan semua untuk kepentingan rakyat, walapun kantor saya sendiri masih rusak, tanpa ada pagar kantor, ujar Alamsyah.

Banyak warga mengusulkan supaya kantor Kelurahan ini diperbaiki dan dipagar agar ada pembatas antara kantor dan sisi jalan raya. Namun, saya tidak membangunnya karena saya lebih memprioritaskan dana DID hanya untuk kepentingan rakyat. Kecuali ada dana bantuan khusus dari Pemkab saya baru berani melakukan pembenahan kantor dan jalan rusak di jalan Wiyata Mandala, buat saya, dana DID khusus buat rakyat, ujar Alamsyah.

Warga disini sudah mengusulkan agar Pemkab memperbaiki jalan Wiyata Mandala lebih kurang 300 meter itu sebagai akses menuju SDN 03 Banyuasin, tetapi karena peruntukan dana kelurahan untuk itu tidak ada, saya hanya menunggu Pemkab membantunya supaya anak yang bersekolah di SDN tersebut tidak berlumpur. Saat ini perbaikan jalan itu yang saya prioritaskan dan saya akan terus berjuang untuk mendapatkan bantuan demi kesejahteraan rakyat, ujarnya.

Salah seoarang warga, Kartini (30) warga jalan Wiyata Mandala, Kelurahan Kedondong Raye mengaku setiap kali mengantar anaknya ke sekolah di SDN 03, setiap hari anak anak selalu membawa pakaian kotor, karena jalanya selalu becek. Apalagi sepatunya pulang pergi sekolah harus dilepas kalau tidak pasti kena lumpur, ujarnya. (Sup/Adi)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY