Aktivitas Pengeboman Rugikan Petani Udang Miliaran

Aktivitas Pengeboman Rugikan Petani Udang Miliaran

315
0
SHARE

DELI SERDANG, (WN) – Aktivitas pengeboman yang dilakukan oleh Survey Seismik 3 D Garcinia PT Pertamina EP menimbulkan kerugiaan material bagi para Petani Tambak diwilayah Desa Sei Baharu, Desa Terjun, Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.
 
Aceng dan Fihvi pemilik Tambak Udang  di Desa Terjun Lingkungan 14 beserta Akim petani Tambak Udang di Desa Sei Baharu Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, kepada wartawan dengan nada lesu mengaku, bahwa mereka baru saja mengalami kerugian sekitar Rp 3,5 milyar, akibat gagal panen udang yang mereka ternakkan di tambak masing-masing sebanyak 50 ton udang yang tiba-tiba mengalami kematian mendadak, setelah beberapa jam suara dentuman peledakan/pengeboman yang dilakukan oleh pihak Survey Seismik 3 D Garcinia Pertamina EP tersebut.
 
“Jika digabungkan tambak milik kami bertiga ini,  terhitung ada 30 petak tambak, dengan kapasitas  isi benur sebanyak 3 juta benur dan sudah ditanam selama 28 hari dan 60 hari. Jika dikalkulasikan hasil panen umumnya,  bisa mencapai 50 ton lebih, dan jika dikonvensikan kenilai nominal mencapai Rp 3,5 milyar. Anehnya menurut Aceng, setelah peristiwa tersebut dilaporkan ke pihak Pertamina EP, tetapi sampai sejauh ini PT Pertamina Ep  belum menunjukkan itikad baiknya, Pihak PT Pertamina EP hanya masih menebar janji-janji, dan akan membayar ganti-rugi jikalau pekerjaan mereka sudah selesai.” ungkap Aceng dengan kecewa.
Ketua SCI Sumut Ir Safwin menyerukan, agar pihak Survey Seismik 3D Garcinia PT Pertamina EP segera menghentikan kegiatan peledakan/pengeboman diwilayah yang berdekatan dengan adanya kegiatan usaha tambak ikan/udang milik warga, sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi bagi para petani tambak Udang/Ikan di Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, tegasnya.
 
Safwin membenarkan, telah menerima laporan dari beberapa orang pemilik tambak didaerah Hamparan Perak. Bahkan Safwin telah bertemu langsung dengan 32 petani tambak yang diketahui selama ini telah mengelola lahan tambak seluas 200 hektar, didaerah yang selama ini dikenal sebagai lumbungnya  penghasil udang tersebut, tegasnya.
 
Menurut Alumni ITB ini, dimana pada pertemuan yang  digelar di hampatan Perak, telah keluar maklumat bersama  para Petani Tambak Ikan/Udang Hamparan Perak yang menolak keras  dilakukannya pekerjaan lanjutan peledakan/pengeboman di wilayah Hamparan Perak sampai adanya kejelasan dan ketegasan dari PT Pertamina EP,  tentang nilai ganti-rugi dan kapan ganti rugi tersebut diserahkan, tegasnya
 
Disamping itu Petani Tambak juga memberikan opsi untuk kebaikan bersama, supaya pihak Pertamina EP menyesuaikan jadwal pekerjaan dengan jadwal panen petani tambak, sehingga mereka dapat terhindar dari malapetaka kerugian besar. Oleh karenanya untuk ini Pihak Pertamina Ep hendaknya mengajak petani tambak untuk dapat duduk bersama membahas persoalan ini agar diperoleh kerjasama yang saling menguntungkan, tegas Safwin.
 
“Jangan Pertamina EP seenaknya saja  mengejar target dan keuntungan tetapi mengabaikan  petani tambak yang bisa-bisa  gulung tikar akibat ulah mereka yang terkesan anggap enteng dengan masalah ini. Kalau sampai hal ini terjadi berarti Pertamina telah menghambat Program Mentri Perikanan dan Kelautan yang telah mencanangkan Indonesia sebagai penghasil udang terbesar di dunia dengan kapasitas eksport sebanyak 600 ribu ton.” terangkan Safwin sembari mendesak Pemerintah harus turut campur untuk memperhatikan nasib  para petani tambak yang tidak berdaya ini, ucap Safwin.
 
Safwin juga mengherankan standart analisa apa yang dipakai PT Pertamina EP sehingga berani menjamin kalau Survei Seismik tidak menimbulkan efek negatif terhadap tambak disekitar, mengingat setelah adanya kegiatan peledakan/pengeboman itu, dampak nyatanya telah terbukti kebenaran dimana banyak udang maupun ikan-ikan didalam tambak mengalami “mati mendadak” yang sebelumnya tidak pernah terjadi selama ini, tegasnya.
 
Sementara ditempat yang terpisah, Ratih salah seorang warga sekitar mengatakan, sering mendengarkan suara-suara denduman mirip suara Bom  yang disebut-sebut berasal dari aktivitas pengeboran minyak Pertamina. Menurut Ratih ada rasa was-was juga ketika mendengarkan suara suara menggelegar bagaikan suara gunung meletus tersebut, tegasnya.  ( Harrry )

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY