Air Tak Kunjung Dipasang, Biaya Pemasangan Besar

Air Tak Kunjung Dipasang, Biaya Pemasangan Besar

1027
0
SHARE

BOGOR, (WN) – Lama tidak direspons, warga yang tinggal di Perumahan Taman Mutiara Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor protes terhadap PDAM Tirta Kahuripan. Mereka sudah tiga bulan mengajukan pemasangan baru aliran air milik BUMD Pemkab Bogor, tapi kunjung dipasang.

Salah seorang warga Pabuaran, Jefri, mempertanyakan profesionalisme kinerja PDAM. Selain lambat memberikan pelayanan, PDAM juga dinilainya menarik biaya pemasangan cukup besar, mencapai Rp 2,8 juta.

Warga sudah beberapa kali mendatangi kantor pusat PDAM Tirta Kahuripan di Jalan Tegar Beriman. Dalam kesempatan itu, kata Jefri, mereka diterima oleh petugas yang berinisial KH dan AG. “Sampai di PDAM kami diping-pong. Mulai dari bagian costumer service, kami diarahkan ke petugas yang bernama KH terus ke AG. Malah, kami diharuskan membuat daftar baru nama warga yang akan pasang berikut dokumennya,” keluh Jefri.

Bukan soal lambatnya kinerja PDAM saja yang menjadi kekesalan warga, keterbukaan mengenai berapa biaya untuk pemasangan juga menjadi pertanyaan. “Kami tanya, invoice resmi berikut detail penjelasan rincian biaya dan pemasangannya seperti apa. Namun, petugas tidak mau mengeluarkannya,” jelas Jefri.

Dia merasa aneh dengan mekanisme yang ada di PDAM. Menurutnya, biaya pemasangan baru cuma Rp 1,3 juta, tapi yang diminta kemudian Rp 2,8 juta. “Kalau memang benar biayanya Rp 2,8 juta, kami minta invoice resmi berikut stempel perusahaan dan tanda tangan petugasnya. Tapi, mereka nggak mau ngasih,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat mengaku pemasangan saluran air baru terkendala dengan anggaran. “Jujur saja, kami terbentur investasi juga. Untuk pemasangan aliran rumah di satu rumah kita membutuhkan modal Rp 10 juta,” kata Hadi Mulya Asmat, Minggu (22/3/2015), menjawab keluhan warga tersebut.

Hadi berjanji akan segera menindaklanjuti. Namun dia berharap masyarakat juga perlu memahami kondisi PDAM sekarang. “Dengan keterbatasan anggaran tapi harus memenuhi permintaan masyarakat yang begitu banyak, tentu PDAM agak kesulitan,” kata Hadi.

Untuk pemasangan baru, dijelaskan Hadi, tidak lebih dari Rp 1,4 juta biayanya. Untuk mengimbangi ketersediaan anggaran, pemasangan akan diprioritaskan pada daerah-daerah yang sudah memiliki jaringan.

“Sering juga kami mendapatkan laporan bahwa disuatu daerah ada warga yang meminta pemasangan baru. Disebutkan jumlahnya mencapai ratusan warga, tapi begitu kami cek di lapangan, cuma 10 orang yang mau pasang. Ini juga kendala,” tambahnya. (Inilah/tim)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY