Ahok Tak Ingin Jadi “Budak” DPRD

Ahok Tak Ingin Jadi “Budak” DPRD

358
0
SHARE

JAKARTA, (WN)- Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak ingin menjadi “budak” DPRD. Karena itu lah dia menolak tegas pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Ahok memilih mundur dari Partai Gerindra lantaran sikap tegasnya itu.

Menurut Ahok, pemilihan kepala daerah oleh DPRD tidak mencerminkan demokrasi. “Tidak mungkin ada seorang Ahok menjadi Bupati Belitung Timur di tempat yang jelas-jelas dikuasai fraksi (Partai) Bulan Bintang 55 persen, partai apapun enggak menang,” kata dia di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).

Bahkan, lanjutnya, tidak mungkin dirinya dan Joko Widodo (Jokowi) terpilih di DKI Jakarta dengan komposisi partai di DPRD Jakarta yang tidak seimbang. “Enggak mungkin ada Jokowi dan Ahok menang di DKI dengan Gerindra 6 kursi dan PDIP 11 kursi lawan semua partai di DPRD DKI waktu itu,” tegasnya.

Alasan itulah, yang kemudian membuatnya tidak lagi mendukung kebijakan partainya yang mendukung penghapusan pilkada langsung.

Untuk itu, Ahok bertekad untuk mengabdikan dirinya ke masyarakat yang telah memilihnya. Ahok meneruskan, kalaupun dirinya terpilih kembali di Jakarta tahun 2017, dirinya tidak akan mau menjadi budak DPRD. terlebih, baginya lembaga tersebut hanya diciptakan untuk melakukan pengawasan, anggaran dan legislasi.

“Kontrol saya adalah rakyat. Kalau hanya dikontrol 100 orang, lebih kita bayar 60 orang saja, digaji saja, terus pulang. Tiap hari kerjanya jalan-jalan ke luar negeri saja, ngapain ngurusin 10 juta orang,” sindirnya. (oke/rs)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY