Ahok Pecat Pegawai Pajak Nakal

Ahok Pecat Pegawai Pajak Nakal

138
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama murka dengan Dinas Pelayanan Pajak DKI karena banyaknya temuan kebocoran pajak di DKI Jakarta. Akibatnya, perolehan pajak daerah pada 2014 meleset dari target.

Basuki Tjahaja Purnama  panggilan Ahok curiga hampir separuh jumlah pegawai pajak DKI bermain mata dengan para wajib pajak. “Orang pajak yang ngeyel kami akan buang 40-60 persen,” ujar Ahok saat memberi pengarahan kepada Dinas Pelayanan Pajak DKI di Balai Agung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat.

“Saya sebagai pengusaha pengalaman berhadapan dengan orang pajak. Dari kecil sampai sekarang, saya benci oknum petugas pajak. Saya paling benci dari kecil oknum pelayanan pajak. Saya paling benci,” ujar Ahok.

“Waktu mau bikin online, ada oknum pajak yang sengaja memperlambat si hotel supaya balik ke manual dulu. Negosiasi. Jadi menentukan pajak bukan bapak ibu tapi asosiasi yang sama-sama nego mau dapat berapa tahun ini,” lanjutnya.

Karena kekesalannya, Ahok berencana memangkas pegawai Dinas Pelayanan Pajak DKI. Tak tanggung-tanggung, dia berencana menstafkan 40-60 persen pegawai. “Kalau saya teorinya beda, begitu ada yang nggak beres aku langsung pecat saja ganti. Biar dia yang sial jangan saya yang sial. Saya nggak peduli,” tegas Ahok.

Tindakan tegas ini bagi Ahok penting dilakukan. Sebab penyimpangan di Dinas Pajak yang dibiarkan malah membuat tidak maksimalnya penerimaan pendapatan ke Pemprov DKI sejak 3 tahun lalu. “Kalau saya teorinya beda, begitu ada yang nggak beres aku langsung pecat saja ganti. Biar dia yang sial jangan saya yang sial. Saya ganti Pak Agus (Kadis Pelayanan Pajak DKI Agus Bambang Setiowidodo), dia ngerti pajak? Nggak,” sambungnya.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut sedang mengkaji untuk mencopot jajaran Dinas Pelayanan Pajak DKI. Menurutnya, tidak masalah jika sampai banyak yang memusuhinya.”Saya bisa ganti Pak Agus. Saya bisa ganti. Saya mau buang 40-60 persen orang pajak. Saya nggak peduli. Kepalang tanggung kalau musuh saya kurang banyak tanggung. Kalau makin banyak, top!” sebut Ahok.
“Saya bilang ke Pak Agus, saya mau seleksi data saya mau bikin lagi sistem baru yang lebih kontrol. Saya bilang ke Bareskrim kalau orang nggak mau bayar pajak, saya bilang itu bukan lalai tapi mencuri uang Pemda. Saya mau bilang 40-60 persen pindahkan ke SKPD lain. Saya nggak mau banyak yang bengong bisik-bisik ganti online, target diatur. Semakin ada oknum pajak brengsek, semakin amanlah si pencurinya,” pungkasnya. (son)

 

 

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY