Ahok Membangun Trotoar Sepanjang 2.600 KM di Jakarta

Ahok Membangun Trotoar Sepanjang 2.600 KM di Jakarta

1593
0
SHARE
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Jakarta, (WN) – Pemerintah Provinsi (Pemprov)  DKI Jakarta melalui Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membangun sepanjang 2.600 km trotoar sebagai fasilitas penunjang transportasi umum di Ibu Kota.

Kepala Seksi Perencanaan Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta Riri Asnita mengakui program Pemprov membangun trotoar lebih sulit ketimbang membangun jalan. Namun, kehadiran trotoar yang layak menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Apalagi, pada 2019 proyek MRT diperkirakan beroperasi. Bayangkan, ada berapa ribu orang yang akan keluar dari stasiun dan menggunakan trotoar? Jika trotoar tidak layak dan tidak cukup lebar, arus ini bisa-bisa tidak terarah dan timbul kesemrawutan,” ungkap Riri, Sabtu (13/8/2016).

Saat ini pihaknya tengah mengkaji trotoar di jalan protokol seperti Sudirman dan MH Thamrin. Agar sesuai dengan standar yang ditetapkan, trotoar harus memiliki lebar 8 hingga 12 meter.

Sementara itu, trotoar di area itu hanya selebar 5-6 meter. Dengan anggaran Rp260 miliar per tahun, trotoar sepanjang 45 kilometer ditargetkan terbangun per tahun. Dengan penghitungan itu, target 2.600 km trotoar baru akan tercapai dalam 60-70 tahun.

Saat ini di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, trotoar sesuai dengan standar internasional tengah dibangun. Panjangnya 2,5 km dengan lebar sekitar 10 meter. Di tiap 25 meter, akan ada manhole utility. Tujuannya agar trotoar tak lagi dibongkar dengan alasan pemasangan kabel serat optik seperti yang selama ini kerap terjadi.

Sayangnya, pembangunan itu malah dimanfaatkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL). Padahal, prosesnya belum usai 100%. Kala sore, PKL berjejer di sana bermodal terpal untuk menggelar barang dagangan. (Wilson/MI)

 

pembagunan Trotoar di Jakarta
pembagunan Trotoar di Jakarta

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY