3 Pidato Utama Kenegaraan Presiden Jokowi

3 Pidato Utama Kenegaraan Presiden Jokowi

518
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan 3 Pidato Utama Kenegaraan kinerja lembaga-lembaga negara, pidato menyambut peringatan 71 tahun Kemerdekaan Indonesia, dan pidato tanggapan penyampaian nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

“Marilah kita jadikan peringatan ini sebagai inspirasi kita untuk memenangkan persaingan, untuk memenangkan kemanusiaan,” ujar Jokowi saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR-RI Tahun 2016 di ruang rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Presiden Jokowi menegaskan bahwa sekarang bangsa kita sedang berada pada era persaingan global antar negara luar biasa kerasnya. Untuk itu, menurut Presiden dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 ini harus dijadikan sebagai inspirasi untuk memenangkan persaingan demi meraih kemajuan bersama.

Jokowi menuturkan untuk memenangkan persaingan dan menjadi bangsa pemanang kita harus berani keluar dari zona nyaman. Kita juga dituntut harus kreatif, optimis, bahu membahu dan melakukan terobosan.

“Semua itu demi mempercepat pembangunan nasional, demi meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa,” katanya.

Tanpa keberanian keluar dari zona nyaman, kita akan terus dihadang oleh kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan kesenjangan sosial. Untuk itu diperlukan langkah-langkah terobosan, kecepatan kerja, serta diperlukan lembaga-lembaga negara yang kuat dan efektif.

“Selain itu, diperlukan pula keteguhan dalam menjunjung ideologi bangsa, konstitusi negara dan nilai-nilai keutamaan bangsa. Tanpa itu, kebesaran kita sebagai bangsa akan punah, akan digulung oleh arus sejarah. Kita tidak mau itu terjadi,” tegas Presiden.

MPR MENGGUSULKAN GBHN DI HIDUPKAN KEMBALI

Dalam pidatonya, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan lembaganya menerima aspirasi masyaakat yang mengkhendaki agar Garis-garis Beaar Haluan Negara (GBHN) di hidupkan kembali. Keberadaan GBHN, lanjut Zulkifli Hasan pembangunan akan menjadi lebih terarah.

“MPR menangkap kehendak untuk menghidupkan kembali GBHN atau pembangunan semesta berencana. Ini agar kepentingan nasional menjadi terukur dan terencana serta terwujud tidak hanya diselembar kertas atau pidato saja,” kata Zulkifli Hasan, dalam pidatonya di sidang Paripurna dalam rangka sidang tahunan, Selasa (16/8/2016).

GBHN juga diyakini akan mencegah terjadinya penyelewengan terhadap kekuasaan. GBHN menjadi rambu agar Indonesia tidak goyah dalam menghadapi persaingan global. Keberadaan GBHN sejatinya adalah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan kemakmuran rakyat.

“Ini menjadi visi untuk bangsa. Mari kita duduk bersama untuk merumuskan haluan negara untuk kesejahteraab rakyat Indonesia,” ujarnya. (Edward)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY