12 Tahun Tak Terealisasi, Warga Datangi Pabrik Petrochina

12 Tahun Tak Terealisasi, Warga Datangi Pabrik Petrochina

439
0
SHARE

TANJUNG JABUNG BARAT, JAMBI, (WN) – Kemarin siang, sekitar 30 warga Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi mendatangi gerbang pabrik migas. Warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Betara (AMPB) itu berorasi di hadapan PT Petrochina dengan pengawalan aparat kepolisian.

Mereka berharap, jalan yang terus berdebu bisa disirami, agar masyarakat nyaman menetap di sekitar areal perusahaan. “Ini begitu kita mau demo, baru jalan disiram. Biasanya sekali lewat saja,” kata Amat, mantan Ketua RT 12, Betara VI.

Amat menyebutkan, banyak janji yang disampaikan pihak Petrochina tidak kunjung terealisasi. Sepertihalnya bantuan penerangan, pelayanan kesehatan dan lain sebagainya. “Jika memang begitu, lebih baik bebaskan saja lahan kami dari areal ini,” teegas.

Warga lainnya, Yusmiati juga mengeluhkan debu di depan rumahnya. Setiap kali kendaraan perusahaan melintas, debu membuat nafas sesak. Kalaupun ada penyiraman jalan, hanya dilakukan seadanya.

“Kita khawatir kalau masyarakat akan terkena penyakit akibat debu jalan di lokasi ini. Kami minta dibebaskan saja dari lokasi ini,” tutur wanita berjilbab ini.

Joko, salah satu pendamping masyarakat, menduga, kualitas udara di sekitar perusahaan migas itu telah tercemar. Intensitas polusi udara begitu memprihatinkan.

Joko berharap, ada ketegasan dari pihak perusahaan dalam menanggapi keluhan masyarakat. Pihaknya akan terus melakukan aksi, sampai tuntutan masyarakat dipenuhi.

Selain soal polusi, keluhan lain seperti penyaluran CSR yang tidak merata, penerangan bagi warga sekitar juga belum diakomodir dengan baik. “Untuk itu, kita minta petinggi Petrochina yang hadir agar bisa mengambil keputusan,” tandas dia.

Joko menuturkan, persoalan ini akan dibawa ke pusat. Jika tidak ada titik terang, pihaknya akan aksi di Kantor Petrochina di Jakarta. “Kita akan angkat persoalan ini ke pusat,” ujarnya.(end)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY